RSS

Schema

2. Aturan-Aturan Pemodelan
Hasil suatu model komputer akan tergantung dari aturan-aturan yang dibelakukan pada saat pembuatan model. Aturan-aturan ini didefinisikan dalam suatu fasilitas Stratmodel yang disebut Schema.
Schema
adalah suatu set aturan-aturan yang digunakan Stramodel untuk membuat dan memeriksa suatu model.
Definisi aturan dalam schema dapat dirubah setiap saat atau dibuat dalam berbagai rancangan yang berbeda-beda. Dengan demikian schema memberikan keleluasaan kepada anda untuk membuat lebih dari satu macam rancangan model sesuai kebutuhan.
Aturan-aturan yang didefinisikan dalam schema digunakan bukan hanya pada saat pembuatan model stratigrafi saja, tetapi juga pada saat semua pemeriksaan yang dilakukan terhadap model tersebut.
Aturan-aturan yang ditentukan dalam schema tersebut akan disimpan dalam direktori <project>\specs.

Terdapat 9 (sembilan) bagian aturan yang berbeda yang harus didefinisikan dalam schema. Setiap bagian mengatur suatu kumpulan dari parameter-parameter pemodelan dan stratigrafi yang secara singkat diterangkan sebagai berikut:
1. Model Parameters
Parameter-parameter dasar pemodelan seperti output model file, topografi yang digunakan, pilihan proses pemodelan dan sebagainya.

2. Modelling Defaults
Default interpolator-interpolator yang digunakan dan nilai-nilai default minimumum dan maksimum ketebalan unit-unit yang dimodel.

3. Lithology Codes
Daftar kode-kode lithology yang akan digunakan untuk identifikasi unit resources pada pemodelan. Unit dengan kode diluar yang terdaftar akan diidentifikasi sebagai waste atau parting.

4. Elemental Unit
Unit-unit dasar dalam model stratigrafi. Unit-unit elemental bisa berupa single seams, seam splits atau surface (horizon). Unit-unit elemental dapat digabungkan untuk membentuk unit compound.

5. Compound Unit
Unit compound analog dengan parent unit. Unit compound terdiri dari unit bagian atas (upper) dan bagian bawah (lower). Unit upper dan lower bisa sebagai unit compound itu sendiri atau gabungan dari unit elemental atau gabungan unit compound.
Minescape Schema
6. survey (data points)
Survey data dalam bentuk point string, line string atau poligon dalam design file dapat digunakan pada saat modeling. Data tersebut dapat digunakan sebagai roof, floor atau thickness, split line atau elevasi surface.

7. Conformable Sequence
Suatu conformable sequence adalah suatu paket stratigafi yang terdiri dari kumpulan interval dan surface yang mempunyai parameter-parameter umum yang sama, misalnya seam batubara yang mempunyai karakteristik stratigrafi dan struktur yang sama.

Di dalam suatu model, mungkin terdapat beberapa conformable sequence yang dipisahkan oleh suatu ketidakselarasan. Setiap conformable sequence tersebut dimodel masing-masing secara terpisah satu dengan conformable lainnya.
Setiap unit di dalam suatu conformable sequence akan saling berkaitan dengan unit lainnya didalam sequence tersebut dan tidak akan memotong batas atas dan bawah dari conformable sequence.

8. Limit (Polygon)
Didalam suatu daerah deposit, suatu unit mungkin menghilang diakibatkan oleh pinchout (membaji), washed out (tererosi) atau truncated (misalnya terpotong oleh suatu intrusi).
Pada kasus pinchout, batas dari pinchout tersebut dapat dimodel langsung dari data drill hole. Jika suatu drill hole tidak mempunyai unit/interval dimaksud, maka interval tersebut akan dianggap mempunyai ketebalan negative pada drill hole tersebut, kemudian akan diinterpretasikan suatu batas daerah dimana initerval akan mempunyai nilai nol.

Pada kasus washed out dan truncated unit tidak berakir pada ketebalan nol, tapi menghilang pada batas ketebalan terakhir akibat tererosi atau terpotong.
Limit Polygon dapat digunakan untuk menangani kasus washout dan truncated dimana suatu polygon dapat didefinisikan sebagai batas daerah dimana suatu unit tererosi atau terpotong.
Limit polygon dapat didefinisikan sperti berikut:
• Inclusive – hanya memodel unit yang ada didalam polygon.
• Exclusive – hanya memodel unit yang ada diluar polygon.

9. Faults
Di dalam suatu project mungkin terdapat berbagai patahan yang mempengaruhi suatu unit atau conformable sequence tertentu. Definis patahan yang dibuat terlebih dulu, dapat diatur untuk diberlakukan terhadap satu atau lebih unit atau satu atau lebih conformable sequence.
Untuk mendefinisikan aturan-aturan tersebut di atas dapat dilakukan dengan cara membuat schema seperti diterangkan berikut.

2.1 Membuat Sebuah Schema
Schema dapat dibuat melalui:
Menu: SCHEMAS>CREATE
Tab – Model

Minescape Schema
Panel Schema
• Name. Ketikkan nama yang singkat dan mudah untuk diingat misalnya MJP0406. Hingga maksimum 16 karakter dapat diinput pada field ini.

Panel Model Files
Sebagian besar pemodelan dalam Stratmodel dilakukan dalam table file. Stratmodel menggunakan table ini untuk meninterpolasi nilai-nilai untuk setiap unit stratigrafi yang didefinisikan dalam schema kedalam setiap drill hole yang dimasukkan untuk pemodelan. Table yang dihasilkan kemudian ditransfer ke dalam suatu grid file untuk keperluan output grafis dan untuk digunakan oleh module minescape yang lain.

• Table file. Nama output table file (harus diisi hingga maksimum 16 karakter). Table ini disebut table Stramodel. Penentuan format yang benar, fungsi dan kegunaan dari table Stratmodel diuraikan dalam Bab 6, Membuat Model.
• Grid file. Nama output grid file (harus diisi hingga maksimum 16 karakter). Grid file ini disebut grid Stratmodel dan dibuat dari table stratmodel.

Panel Modelling Controls
• Topography. Nama surface topografi yang akan dipakai sebagai batas permukaan paling atas dalam model. Tidak akan ada surface atau interval yang dimodel diatas atau melebihi surface topografi (jika surface topografi hilang, model stratigrafi juga akan hilang). Umumnya surface topografi telah dimodel terlebih dahulu di dalam Minescape (sebagai triangle atau grid). Bila model topografi tidak ada, maka drill hole collar (elevasi titik bor) dapat digunakan dengan tidak mengisi field tersebut.

Drill hole collar kemudian dapat didefinisikan sebagai sebuah table surface yang mengacu ke kolom dalam table Stratmodel dimana data collar disimpan. Jangan memberi nama surface tersebut dengan collar karena ini akan menyebabkan kekeliruan nama-nama dalam pemeriksaan database.

Catatan : Sebelum menentukan drill hole collar, Table Model harus dibuat terlebih dahulu untuk digunakan sebagai surface topografi.

Warning Pilihan ini tidak dapat digunakan dalam sebuah faulted project dimana table Stratmodel dapat berisi lebih dari satu drill hole record untuk hole di daerah patahan. Surface tidak boleh berisi nilai yang kosong (-) dalam area yang akan dimodel.

• Model options. Bagian ini akan menentukan surface-surface dan thickness yang akan dimasukkan sebagai kolom-kolom dalam table Stratmodel. Kolom-kolom surface dan thickness dalam table Stratmodel akan menentukan hubungan antara unit-unit yang dimodel.

Terdapat tujuh pilihan jenis model untuk digunakan dalam Stratmodel. Seperti diperlihatkan pada Table 2-1, pilihan model yang berbeda menentukan kolom-kolom yang berbeda pula dalam table Stratmodel.

All = Pilihan ini akan memodel semua interval dan surface yang mungkin untuk Stratmodel. Pilihan ini memodel kolom-kolom inteburden menggunakan trend surfaces oleh karenanya Jika trend surface digunakan (lihat catatan di bawah), maka pilihan All tidak direkomendasikan karena banyaknya kolom-kolom yang akan dibuat untuk pilihan ini. Batas 1000 kolom mungkin akan tercapai jika memodel lebih dari 80 unit yang didefinisikan dalam schema.

Catatan : Trend surface dimaksud di atas adalah penggunaan trend surface dari stratmodel atau surface yang berasal dari unit yang ada dalam schema, misalnya floor dari salah satu unit (S400_floor).

Pilihan All dapat digunakan jika trend surface yang digunakan adalah surface dari Minescape atau surface yang dimodel dalam Minescape (diluar Stratmodel) sebagai grid atau triangle.
No burden = Pilihan ini memodel ketebalan unit dan semua unit surface, tapi tidak mengikutsertakan interburden dalam model. Pilihan ini dianjurkan dibandingkan pilihan All jika trend surface dari Stratmodel didefinisikan dalam schema.
No roofs/No floors = Pilihan ini memodel ketebalan dan interburden unit dan salah satu unit surface untuk setiap unit yang didefinisikan dalam schema. Surface lainnya dimasukkan dalam table Stratmodel sebagai suatu kolom tapi nilai dari surface dihitung dari ketebalan unit dan surface yang dimodel. Jika pilihan Noroofs dipilih, maka nilai roof dihitung dari nilai floor hasil interpolasi ditambah ketebalkan unit. Sebaliknya, jika pilihan Nofloors dipilih, maka nilai-nilai floor dihitung dari nilai-nilai roof hasil interpolasi dikurangi ketebalan unit.

Jika trend surface Stramodel digunakan, maka pilihan No roofs atau No floors tidak dianjurkan mengingat pilihan-pilihan tersebut juga memodel interburden seperti pilihan All.

Tips : Pilihan Noroofs atau Nofloors dianjurkan daripada menggunakan pilihan All. Hasil modelling yang lebih baik akan tercapai karena Stratmodel tidak perlu memecahkan konflik yang sering muncul antara surface dan thickness.

Roof + thick/Floor + thick. Pilihan ini memodel surface yang dipilih dan ketebalan unit untuk setiap unit yang didefinisikan dalam schema. Jumlah kolom yang lebih sedkit dibuat dalam suatu table Stratmodel dan mungkin akan lebih sesuai digunakan untuk memodel unit-unit yang banyak.
Penggunaan trend surface untuk mengatur unit-unit yang dimodel secara conformable adalah diharuskan pada saat menggunakan pilihan roof+thick dan floor+thick.

Catatan
: Jika trend surface Stratmodel digunakan dalam pilihan pemodelan ini, maka jumlah kolom dalam table Stratmodel akan sama dengan pilihan model All tanpa trend surface stratmodel.

− Surfaces = Pilihan ini hanya memodel unit surface untuk setiap unit yang didefinisikan dalam schema. Tidak ada thickness yang langsung dimodel. Jika pilihan Surfaces dipilih, maka suatu trend surface stratmodel harus didefinisikan dalam schema. Pilihan Surfaces tidak akan menghasilkan pemodelan yang baik dan tidak dianjurkan untuk batubara.

Ketika menentukan sebuah pilihan model untuk schema, harus diingat bahwa pilihan-pilhan All, Noroofs dan Nofloors akan membuat kolom-kolom interburden dalam table yang mencerminkan keselarasan dari unit-unit yang berdekatan. Penggunaan Trend surface Stratmodel untuk conformable sequence juga akan membuat suatu kolom interburden dalam table Stratmodel.

Oleh karena itu penggunaan trend surface stratmodel pada pilihan-pilihan model tersebut tidak akan bekerja dengan baik dan menimbulkan konflik. Masalah dapat muncul pada saat kolom-kolom interburden hasil pilihan model dan kolom-kolom interburden hasil trend saling mempengaruhi keselarasan unit-unit yang dimodel. Pada setiap drill hole atau grid node yang dimodel, Stratmodel harus dapat menghasilkan satu kolom stratigrafi yang lengkap.

Dengan mempunyai beberapa kolom burden, maka potensi adanya solusi lebih dari satu dalam pembuatan kolom stratigrafi yang lengkap. Stratmodel harus dapat memecahkan masalah tapi pada hal tertentu (khususnya dalam grid Stratmodel) pemecahan terhadap kolom stratigrafi berubah dengan kasar dan hasil yang tidak dinginkan muncul.

Tips: Hindari pilihan model All, Noroofs dan Nofloors jika suatu trend surface stramodel didefinisikan.

Table 2-1 menampilkan kolom-kolom surface dan thicknes yang dibuat dalam suatu table Stratmodel untuk setiap pilihan model dan rekomendasi penggunaan trend surface Stramodel. Table tersebut juga memperlihatkan jumlah kolom-kolom yang dibuat untuk sebuah schema dengan 10 unit interval dengan atau tanpa sebuah trend surface. Jumlah dari kolom-kolom memperlihatkan perbedaan relatif antara pilihan-pilihan model.

Minescape Schema
 
• Parting = Field ini dimaksudkan untuk mendefinisikan apakah parting ikut dimodel atau tidak. Jika parting ikut dimodel, maka check boxnya harus dipilih. Yang dimaksud parting disini adalah material waste yang didefinisikan didalam sebuah interval (misalnya dirt bands dalam seam batubara). Jika parting dipilih, maka lithology codes yang berkaitan dengan interval resources (batubara) dalam data drill hole harus didefinisikan. Kolom-kolom untuk parting akan dibuat dalam table Stratmodel. Stratmodel menyimpan parting sebagai suatu decimal fraction dari ketebalan total interval. Jika parting tidak dipilih, maka keseluruhan ketebalan interval yang diambil dari data drill hole akan dimodel dan tidak ada kolom-kolom parting yang dibuat dalam table Stratmodel.

Karena parting disimpan dalam Stratmodel sebagai decimal fraction dari total ketebalan unit, maka tidak mungkin untuk mengatur posisi stratigrafi dari parting tersebut dalam unitnya. Ketebalan parting ditentukan pada saat model diperiksa. Decimal fraction dari parting diberlakukan terhadap ketebalan unit. Untuk mengatur posisi stratigrafi dari parting dalam unit, material parting harus dipisahkan dan dikorelasikan dalam data drill hole dan dimodel sebagai unit tersendiri.

Tips : Jika parting dipilih untuk modeling, parting tersebut mungkin diabaikan untuk unit tertentu jika ketebalan maksimum parting untuk unit tersebut diset 0 (lihat form Elemental Unit).

• Inclined = Menyertakan pemboran miring dalam model. Jika check box inclined dipilih kolom untuk easting dan northing akan dibuat untuk setiap surface dalam table Stratmodel. Data drill hole yang akan digunakan harus dimasukkan menggunakan format data untuk pemboran miring (inclined hole).
Jika check box inclined tidak dipilih, maka tidak akan ada kolom tambahan yang dibuat dalam table Stratmodel. Penggunaan pilihan ini hanya dianjurkan jika semua datanya inclined. Field minimum hole separation dapat digunakan untuk memasukkan data inclined yang dibuat sebagai data pemboran vertikal yang dibagi-bagi.

• Minimum separation. Digunakan untuk memasukkan data inclined kedalam table Stratmodel sebagai suatu kumpulan data vertikal. Mengingat akan banyaknya kolom-kolom yang dibuat untuk model inclined dalam table Stratmodel, maka data inclined dapat dimasukan sebagai beberapa data vertikal. Dalam data inclined koordinat untuk setiap surface akan berbeda kearah bawah dalam drill hole.

Minimum hole separation juga digunakan dalam suatu model yang berisi patahan dengan tujuan untuk memisahkan data drill hole yang terkena patahan kedalam dua atau lebih bagian data drill hole. Jika jarak vektor antara koordinat collar dan koordinat surface melebihi/mencapai jarak minimum pemisahan data drill hole (minimum hole separation), maka drill hole tersebut akan dipisahkan pada titik dimana jarak minimum tersebut telah dicapai. Satu drill hole vertikal akan dibuat dari posisi collar kebawah hingga titik jarak minimum yang telah dicapai, kemudian drill hole vertikal lainnya akan dibuat mulai dari titik pemisah kebawah hingga jarak antara koordinat surface juga mencapai jarak minimum hole separation.

• Interval weighting. Perbandingan jumlah relatif weighting dalam memodel interval terhadap surface. Semakin banyak jumlah nilai yang dimasukkan, maka akan semakin besar nilai perbandingan interval terhadap surface pada saat proses pembuatan model.

Nilai perbandingan ini juga berlaku untuk interval resource (misalnya seam batubara) dengan interval burden. Nilai yang lebih besar untuk interval dibanding burden, akan menyebabkan interval lebih banyak mempunyai pengaruh terhadap model yang dibuat daripada burden. Nilai default untuk field ini adalah 100, berarti interval mempunyai besar relatif weighting 100 kali dibandingkan surface.

Faktor weighting interval dan burden membantu penentuan pada saat memecahkan konflik surface/thickness dalam sebuah model. Karena thickness dari interval lebih mudah untuk diukur dalam data drill hole dibanding surface, maka faktor weighting interval dan burden cenderung ke thickness. Sehingga thickness khususnya unit thickness akan mendominasi surface pada saat menentukan mana yang prioritas.

Faktor weighting interval diberlakukan terhadap thickness unit pada saat menyelesaikan konflik surface/thickness. Umumnya membawa weight yang tertinggi pada saat menentukan prioritas relatif terhadap nilai roof, floor dan interburden. Weighting yang lebih tinggi diberlakukan terhadap interval sebagai unit thickness umumnya pengukuran yang paling dipercaya yang dibuat dalam data drill hole. Sebagai tambahan unit thickness yang dimodel umumnya lebih penting dari pada struktur dari unit dalam pengertian relatif. Misalnya, mengadjust ketebalan dari batubara 3 meter sebanya 0.5 meter akan mempengaruhi volume dari seam secara nyata. Akan tetapi adjusting terhadap roof dan floor struktur untuk seam yang sama sebesar 0.5 meter biasanya akan diabaikan sepanjang deposit. Oleh karena itu thickness mengambil prioritas dari pada surface dalam kebanyakan hal.

Tips : Nilai default untuk field ini adalah 100. Deposit dengan unit modeling yang banyak dan relatif dengan sedikit drill hole seringkali membutuhkan faktor interval weighting yang lebih besar. Mengatur faktor interval weighting sebesar 1000 sering diperlukan sehingga thickness mempunyai prioritas terhadap surface meliputi seluruh daerah yang dimodel.

• Burden weighting. Faktor burden weighting digunakan untuk menentukan prioritas dari thickness interburden dalam hubungannya terhadap surface dan unit thickness dalam Stratmodel. Faktor burden weighting diberlakukan mirip seperti pada faktor interval weighting. Pengaruh dari burden wieghting lebih jelas terlihat daripada pengaruh dari faktor interval weighting.

Interburden thickness mengontrol relativity dari conformable adjacent unit-unit yang dimodel. Bila burden weight bertambah, maka interburden thickness akan mulai mempengaruhi struktur dari unit-unit model. Perlipatan dan bends dalam struktur mulai membentuk perlipatan concentrics dan bends di semua unit-unit yang didefinisikan dalam model.

Burden wighting yang tinggi akan berguna dalam mengatur unit-unit model dengan data yang sedikit. Sebaliknya, burden weight yang tinggi dapat menyebabkan unit-unit yang dimodel menutupi conformable.

Catatan: Kolom-kolom yang dibuat dalam table Stratmodel jika trend surface didefinisikan dalam sebuah schema akan dimodel sebagai kolom-kolom interburden. Oleh karena itu nilai yang didefinisikan untuk burden weighting akan mempengaruhi ketebalan dari trend surface.

Tips: Burden weight dan interval weight saling berkaitan. Untuk memastikan bahwa faktor burden weighting tidak mempengaruhi unit thickness, perbandingan 20 banding 1 harus diatur untuk interval weighting relatif terhadap burden weighting.
 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: