RSS

Membuat Model Statigrafi

6. Membuat Model Stratigrafi
Terdapat dua jenis model stratigrafi yang dapat dibuat, yaitu table dan grid stratigrafi. Pemeriksaan model dapat dilakukan baik terhadap model table maupun grid. Pada kasus tertentu pemeriksaan dapat dilakukan hanya melalui model table dan tidak perlu membuat model grid. Ini hanya mungkin dilakukan jika jumlah drill hole yang diproses sedikit, mengingat waktu pemrosesan data oleh table jauh lebih lambat dari grid. Oleh karena itu untuk jumlah drill hole yang banyak, akan lebih efisien jika pemeriksaan dilakukan terhadap model grid.

Catatan: Terlepas dari jumlah drill hole yang diproses sedikit atau banyak, direkomendasikan untuk selalu melakukan pemeriksaan model terhadap grid saja, mengingat proses pemeriksaan akan jauh lebih cepat dibandingkan dengan table file.

Stratmodel menggunakan data drill hole sebagai dasar pembuatan model stratigrafi. Pada saat pembuatan model dilakukan, data drill hole dimasukkan kedalam sebuah table file yang telah ditentukan dalam schema.
Jumlah maksimum drill hole yang dapat dimodel adalah 16.000, ini termasuk titik-titik survey. Jika patahan diikutkan dalam model, beberapa atau semua drill hole mungkin dibagi menjadi beberapa bagian untuk memodel conformable sequence yang berbeda. Jumlah 16.000 termasuk split drill hole.
Pada saat data dimasukkan kedalam table, semua nilai surface dan interval dibuat lagi untuk semua drill hole. Nilai-nilai tersebut dapat terdiri dari dua jenis:
1. Nilai yang dibaca dari surface dan interval dalam data drill hole dan langsung disimpan dalam table.
2. Nilai untuk interval dan surface yang tidak terdapat dalam data drill hole, kemudian diinterpolasi nilainya.

Stratmodel menginterpolasi ketebalan dan surface secara masing-masing menggunakan interpolator yang didefinisikan dalam schema. Nilai-nilai hasil interpolasi untuk interval dan surface di rekonsiliasi untuk memastikan menerus kebawah drill hole.
Setelah semua data dari drill hole dimodel dalam table, maka kemudian model dapat ditransfer kedalam model grid jika diinginkan.
Model grid file memungkinkan proses pemeriksaan dilakukan dengan lebih cepat dibandingkan dengan model table, tapi model grid hasil transfer mungkin kasar terutama jika interpolator Planar digunakan. Grid tersebut kemudian dapat diperhalus menggunakan salah satu pilhan yang disediakan.
6.1 Membuat Model Table Stratigrafi
MODEL>geology>TABLE
 
Membuat Model Stratigrafi
 
Panel – Schema.
• Name. masukkan nama schema yang digunakan untuk membuat model.
Panel – Input
• Design File. Masukkan nama design file dimana data drill hole disimpan
• Search Layer. Pilih daftar nama layer yang berisi data drill hole yang akan digunakan untuk membuat model.
• Hole Name Template. (optional) Selain dari design file drill hole dapat pula dipilih berasal dari GDB. Untuk memilih dari GDB, sumber drill hole harus diatur terlebih dulu menggunakan menu Setup>Current Model, kemudian pilih check Box Use Database Drill Holes. Anda juga harus terhubung ke GDB database, kemudian pilih nama template dari drill hole.

Catatan: Pilihan ini tidak dipraktekkan pada latihan ini, mengingat GDB harus diinstall dan project databse harus sudah dibuat.

Panel – Output
• Report File. Ketikkan nama output file laporan yang berisi rincian log proses pemodelan.
Panel – Controls
• Modelling Step. Pembuatan model stratigrafi mencakup eksekusi beberapa module minescape. Eksekusi module ini dapat dijalankan semuanya sekaligus bersamaan dengan memilih All,
atau masing-masing secara bertahap:
− Initialise.
− Load Interpolate.
− Resolve.
− Review.
− Re-interpolate.
− Missing Resolve2.
Tahapan-tahapan di atas berkaitan dengan module yang dijalankan untuk meyelesaikan proses pemodelan. Tidak selalu harus menjalankan kembali semua tahapan module, akan lebih cepat untuk memodel ulang dari tahap interpolate atas perubahan parameter jika data telah dimasukkan.
• Load Survey as Drill Holes. Jika check box dipilih semua data survey yang digunakan dalam model akan diubah menjadi drill hole object untuk tujuan pembuatan model.
Panel – Optional
• Penetration File. Suatu Interval mungkin tidak terpenetrasi oleh drill hole, baik diatas elevasi collar maupun dibawah elevasi total depth. Hal ini kadang menyebabkan interval menjadi terpotong dalam model. Untuk mengatasi masalah ini, suatu file data penetrasi dapat dibuat yang berisi daftar interval yang ada di atas dan/atau di bawah drill hole. Proses pemodelan kemudian akan mengacu pada daftar interval pada file penetrasi dan akan memodel interval di atas dan/atau dibawah drill hole.
Pilihan ini akan sangat berguna untuk memodel interval didaerah subcrop dimana interval umumnya telah tererosi dan tidak terpenetrasi oleh drill hole. Juga sangat berguna untuk memodel interval yang tidak terpenetrasi karena kedalaman drill tidak cukup.
File penetrasi dapat dibuat, baik melalui MineScape atau menggunakan editor Wordpad dan disimpan dalam folder <project>\data. Setiap baris data penetration berisi informasi untuk satu drillhole. Informasi tersebut dibuat dalam format bebas dan harus terdiri dari nama drill hole, nama interval yang ada di atas dan/atau di bawah drill hole. Jika diperlukan anda juga dapat mendefinisikan interval yang ada di atas dan di bawah dalam satu baris. Jika ada interval diatas bor tetapi tidak ada interval di bawah bor maka isi interval yang ada di bawah dengan mengetikkan ‘ ‘. Dibawah ini adalah contoh file penetrasi:
 
P003 S100 ‘ ‘ (S100 di atas elevasi collar drill hole)
P004 ‘ ‘ S400 (S400 di bawah elevasi total depth drill hole)
P005 S100 S400 (S100 di atas dan S400 di bawah drill hole)
 
• Constrain file. Sebagai tambahan constrain dari interval/surface dalam drill hole tertentu juga dapat ditentukan. Perpotongan interval atau surface seharusnya tidak muncul dalam drill hole dimana constrain untuk interval atau surface ini telah didefinisikan dalam file data constrain.
Setiap baris file data constrain harus terdiri dari nama drill hole, nama interval atau surface, jenis constrain ( bisa lebih besar (>) atau lebih kecil (<) dan nama surface atau interval (optional) sebagai batas constrain. Jika tidak ada interval atau surface constrain, akan diasumsikan bahwa batas constrain adalah bagian atas drill hole > atau bagian bawah drill hole (>) Berikut adalah contoh data constrain:
P004 S100 > W
Artinya dalam bor P004, S100 harus dimodel diatas W. S100 tidak perlu ada dalam data drill hole sedangkan W harus ada dalam drill hole.
• Sheet Spec. Pilih nama spesifikasi sheet yang akan digunakan untuk menentukan batas sheet. Jika tidak diisi, maka batas sheet tidak digunakan.
Pada proses pembuatan model ini semua data drill holes disimpan ke dalam table file yang namanya telah didefinisikan dalam schema yang digunakan dan disimpan dalam folder <project>\tables.

6.2 Mentransfer Table File kedalam Grid File dan Memperhalus Grid
Seperti telah dijelaskan sebelumnya bahwa pemeriksaan model dapat dilakukan baik terhadap table file maupun grid file. Pemeriksaan model terhadap grid jauh lebih cepat, oleh karena itu table model harus ditransfer kedalam model grid.
MODEL>GEOLOGY>GRID
 Membuat Model Stratigrafi
 
Panel – Schema.
• Name. Nama schema yang digunakan.
Panel – Create Grid
• Grid Spec. Pilih nama grid spec yang terdapat dalam project/telah dibuat untuk menentukan spesifikasi dari grid file yang akan dibuat (origin, cell size dsb). Grid spec tidak selalu harus sama dengan grid spec yang digunakan untuk memodel surface topografi, akan tetapi jika tidak sama maka model tidak akan diinterpolasi diluar data topo.
• Resolve Node Values. Jika check box dipilih, maka semua informasi (surface, interval, data survey) digunakan untuk membetulkan suatu nilai dalam sebuah grid node dengan menggunakan metoda Least Square untuk tujuan hasil yang terbaik. Jika check box tidak dipilih, metoda least square mungkin tidak digunakan untuk membetulkan data. Akan tetapi, bagaimanapun jika tidak dipilih dan dijumpai adanya kejanggalan-kejanggalan module tetap akan menggunakan metoda tadi.
Panel – Smooth
• Smooth Surface an
d/or Thickness. Anda dapat memilih apakah surface saja, interval saja atau keduanya (both) yang akan diperhalus. Jika interpolator planar digunakan (umumnya thickness), maka hasil model akan kasar (terlihat menyudut) dan harus dihaluskan untuk menghilangkannya dengan tetap memperhatikan data.
• Smoothing Type. Terdapat lima pilihan smoothing, yaitu:
− Harmonic. Suatu proses iterative digunakan dalam kaitannya dengan parameter untuk jumlah passes. Direkomendasikan untuk smoothing thickness karena tidak trent.
− Direct. (Direct FDM Harmonic). Ini bukan proses iterative dan mengabaikan parameter untuk jumlah passes. Direkomendasikan untuk smoothing thickness karena tidak trent.
− Biharmonic. Suatu proses iterative digunakan dalam kaitannya dengan parameter untuk jumlah passes. Direkomendasikan hanya untuk smoothing surface mengingat hasil ekstrapolasi yang jauh dari data mungkin trend.
− Least Square. (Least Square FDM Harmonic). Ini bukan proses iterative dan mengabaikan parameter untuk jumlah passes. Direkomendasikan hanya untuk smoothing surface mengingat hasil ekstrapolasi yang jauh dari data mungkin trend.
− Miss. Mengatur nilai-nilai yang jauh dari data agar missing.
• Number of smoothing passes. Jumlah dari
 pengulangan penghalusan yang diinginkan. Jumlah smoothing tergantung dari jenis smoothing dan jumlah pasa smoothing. Hanya Harmonic dan Biharmonic dapat dihaluskan dengan beberapa jumlah pengulangan. Direct dan Least square tidak menggunakan pengulangan, oleh karena itu, untuk kedua pilhan terakhir tersebut, field ini akan diabaikan walaupun diisi angka jumlah pengulangan.
Smoothing tidak mempengaruhi node-node grid yang berdekatan dengan titik data (data tetap dihonour). Hanya node-node grid yang jauh dari titik data yang nilainya terpengaruh oleh smoothing.
Pada proses pembuatan model ini data dari table ditransfer ke dalam grid file yang namanya telah didefinisikan dalam schema yang digunakan dan disimpan dalam folder <project>\grids.

6.3 Membuat Model Non-Schema
Jika model geologi akan digunakan pada program lain diluar Stratmodel (software mincom lain atau non micom), maka model tersebut baik table maupun grid harus dirubah ke dalam suatu model Non-Schema.
Model Non-Schema berisi nilai-nilai untuk setiap elevasi surface serta setiap roof dan floor dari interval. Status flag dan nilai effective distance untuk setiap surface dihilangkan sehingga hanya tinggal nilai-nilai yang memang seharusnya ada untuk setiap surface dan interval.
Untuk membuat resolved grid model:
MODEL – GEOLOGY – NONCSHEMA GRID
 Membuat Model Stratigrafi
 
Tab – IO (Input dan Output)
Panel – Schema

• Name. Nama schema yang digunakan.
• Model type. Jenis model yang digunakan apakah Table atau Grid.
Panel – Input
• Use all surface. Check box dipilih atau tidak.
• Use all interval. Check box dipilih atau tidak.
• Surface to model. Jika check box tidak dipilih, maka nama surface yang akan dimodel harus dimasukkan.
• Interval to model. Jika check box tidak dipilih, maka nama interval yang akan dimodel harus dimasukkan.
Panel – Output
• Grid file. Nama output grid file.
 Membuat Model Stratigrafi
 
Tab – Control
Panel – Controls

Grid spec. Nama grid spec yang ada dalam project dan akan digunakan dalam membuat resolve model.
Surface prefix. Pada saat grid dibuat, maka secara otomatis nama surface juga akan dibuat dan disimpan dalam direktori surface database. Mengingat nama surface disimpan dalam satu direktori yang sama, maka nama awalan surface perlu dimasukkan agar jika telah terdapat nama surface didalamnya baik yang berasal dari nama grid file yang sama atau yang lain tidak akan terubah definisinya atau nama surface tidak akan tertukar antara satu grid dengan grid yang lainnya.
Replace existing values. Jika nama grid file telah ada dalam project, valuenya dapat diganti dengan yang akan dibuat.
Terdapat beberapa pilihan untuk menetukan data yang akan dimasukkan kedalam output grid, yaitu:
Clip to Topo. Value-value interval dan surface diatas topo dalam Stratmodel datanya tetap disimpan, tapi dalam model Non-Schema value-value tersebut dapat dihilangkan.
Clip to Sequence Limit. Mirip seperti diatas akan tetapi value-value dapat dihilangkan pada batas tiap conformable sequence.
Limit Extrapolation?. Batas ekstrapolasi tidak diberlakukan terhadap value didalam Stratmodel, tapi dalam model Non-Schema dapat diberlakukan.
Apply Limit Area?. Limit area tidak diberlakukan terhadap value didalam Stratmodel, tapi dalam model Non-Schema ini dapat diberlakukan.
Limit Thickness?. Batas minimum dan maksimum ketebalam interval tidak diberlakukan terhadap value didalam Stratmodel, tapi dalam model Non-Schema ini dapat diberlakukan.
Aplly Splitting? Interval dalam grid Stratmodel disimpan sebagai elemental unit. Dalam model Non-Schema interval dapat disimpan sebagai parent/split interval (Check box dipilih) atau tetap dibiarkan sebagai elemental unit (Check box tidak dipilih).

Catatan: Semua Interval dalam grid Stratmodel disimpan sebagai value dari elemental unit, karena Compound unit hanya sebagai definisi saja (tidak ada valuenya).

Select Model Values According to Faults?. Jika check box tidak dipilih, maka patahan tidak akan berpengaruh terhadap model Non-Schema yang dihasilkan. Jika check box dipilih, maka model Non-Schema dapat dipengaruhi oleh salah satu sisi patahan. Nama patahan harus dimasukkan bersama-sama dengan sisi dari patahan yang akan dimodel tersebut.
Include Topography in Output Model? Data topografi dalam Stratmodel dapat diikutkan dalam output model Non-Schema dengan memilih pilihan ini.
Faults. Daftar nama patahan yang harus dimasukkan.
Sides. Bagian sisi patahan yang dapat dipilih (left, right, above dan below).
 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: