RSS

Syarat Penerapan Tambang Bawah Tanah

08 Dec
1.   PENGERTIAN
Secara umum pengertian tambang bawah tanah adalah suatu sistim penambangan mineral atau batubara dimana seluruh aktivitas penambangan tidak berhubungan langsung dengan udara terbuka.
Underground
2.   SYARAT-SYARAT PENERAPAN TAMBANG BAWAH TANAH
Prinsip pokok eksploitasi tambang bawah tanah adalah memilih metode penambangan yang paling cocok dengan keunikan karakter (sifat alamiah, geologi, lingkungan, dll) endapan mineral dan batuan yang akan ditambang, dengan memperhatikan batasan tentang keamanan, teknologi dan ekonomi. Batasan keekonomian berarti bahwa dengan biaya produksi yang rendah tetapi diperoleh keuntungan pengembalian yang maksimum (return the maximum profit ataupun rate of return ROR) serta lingkungan.
Untuk menentukan tambang bawah tanah harus memperhatikan:
  • Karakteristik penyebaran deposit atau geometri deposit (massive, vein, disseminated, tabular, platy, sill, dll)
  • Karakteristik geologi dan hidrologi (patahan, sesar, air tanah, permeabilitas)
  • Karakteristik geoteknik (kuat tekan, kuat tarik, kuat geser, kohesi, Rock Mass Rating, Q-System, dll)
  • Faktor-faktor teknologi (hadirnya teknologi baru, penguasaan teknologi, Sumber Daya Manusia, dll)
  • Faktor lingkungan (limbah pencucian, tailing, amblesan, sedimentasi, dll).
Catatan:
  • Rate of Return (ROR) secara umum diartikan sebagai tingkat pengembalian modal yang dinyatakan dalam persen. Investasi dinyatakan menguntungkan apabila mempunyai ROR diatas tingkat bunga bank saat itu.
·         Cut-off grade:
  • Kadar rata-rata minimum suatu logam yang terdapat dalam bijih supaya dapat ditambang secara menguntungkan berdasarkan ekonomi dan teknologi saat itu maupun lingkungan.
  • Kadar minimum suatu logam yang terdapat dalam bijih supaya dapat ditambang secara menguntungkan berdasarkan ekonomi dan teknologi saat itu maupun lingkungan.
3.   TAMBANG BAWAH TANAH DAN PROSPEK MASA DEPAN
Kecenderungan umum di masa yang akan datang, sistim tambang bawah tanah akan menjadi pilihan utama eksploitasi mineral dan enerji (Hartman, 1987). Hal ini karena beberapa hal:
  1. Semakin berkurangnya deposit (cebakan) berkadar tinggi pada atau dekat permukaan untuk ditambang. Dengan kata lain bertambahnya kedalaman deposit akan menyulitkan bila ditambang dengan sistim tambang terbuka karena setiap tambang terbuka dibatasi oleh besaran Stripping Ratio.
  2. Berkurangnya mobilitas peralatan mekanik pada tambang terbuka apabila penambangan semakin dalam
  3. Pengetatan dan pembatasan mengenai masalah-masalah lingkungan, dimana tambang terbuka akan memberikan dampak lingkungan yang lebih besar dibandingkan tambang bawah tanah.
  4. Pengembangkan teknologi baru dalam peralatan Tambang Bawah Tanah, khususnya dalam hal teknik penggalian dan peralatan penambangan yang kontinyu, serta sistim konstruksi penyangga dan perkuatan yang semakin baik.
Catatan:
·         Stripping Ratio (SR) adalah perbandingan antara volume over burden (tanah penutup) dalam Bank Cubic Meter (BCM) yang harus digali untuk dapat menambang satu ton bijih. Pada tambang terbuka, penggalian yang semakin dalam akan menghasilkan nilai SR yang semakin besar.
4.   KEUNGGULAN DAN KELEMAHAN TAMBANG BAWAH TANAH
Keunggulan tambang bawah tanah
  1. Tidak terpengaruh cuaca karena bekerja dibawah permukaan tanah
  2. Kedalaman penggalian hampir tak terbatas karena tidak berkait dengan SR
  3. Secara umum beberapa metode tambang bawah tanah lebih ramah lingkungan (misal: cut and fill, shrinkage stoping, stope and pillar)
  4. Dapat menambang deposit dengan model yang tidak beraturan
  5. Bekas penggalian dapat ditimbun dengan tailing dan waste.
Kelemahan tambang bawah tanah
  1. Perlu penerangan
  2. Semakin dalam penggalian maka resiko ambrukan semakin besar
  3. Produksi relatif lebih kecil dibandingkan tambang terbuka
  4. Problem ventilasi, bahan peledak harus yang permissible explossive, debu, gas-gas beracun.
  5. Masalah safety dan kecelakaan kerja menjadi kendala
  6. Mining recovery umumnya lebih kecil
  7. Losses dan dilusi umumnya lebih susah dikontrol
Catatan:
  • Waste adalah sisa-sisa penggalian pada tambang bawah tanah yang tidak bermanfaat yang diperoleh pada saat underground development (persiapan penambangan bawah tanah).
  • Barren rock adalah batuan yang tidak mengandung logam atau bagian dari bijih yang mempunyai kadar bijih sangat kecil.
  • Mining recovery adalah perbandingan antara bijih yang dapat ditambang dengan bijih yang ada didalam perhitungan eksplorasi, yang dinyatakan dalam persen
  • Losses adalah kehilangan bijih pada penambangan bawah tanah karena keterbatasan atau kendala inheren pada metode yang diterapkan
  • Dilusi adalah bercampurnya barren rock dengan bijih hasil penambangan sehingga akan menghasilkan kadar broken ore yang lebih kecil.
  • Permissible explossive adalah bahan peledak yang menghasilkan gas-gas tidak beracun, dan dikhususkan pemakaiannya pada tambang bawah tanah.
  • Smoke adalah gas-gas yang tidak beracun sebagai hasil reaksi kimia bahan peledak yang meledak, terdiri dari gas-gas H2O, CO2, dan N2 bebas
  • Fumes adalah gas-gas yang beracun sebagai hasil reaksi kimia bahan peledak yang meledak, terdiri dari gas-gas CO dan NOX.
5.   RUANG LINGKUP TAMBANG BAWAH TANAH
Jenis-jenis pekerjaan pada tambang bawah anah antara lain:
  1. Penyiapan sarana dan prasarana di permukaan
  2. Penyiapan sarana dan pekerjaan bawah tanah, meliputi
    1. pembuatan jalan masuk utama (main acces pada primary development)
    2. pembuatan lubang-lubang sekunder dan tersier (secondary development dan tertiary development)
  3. Kegiatan eksploitasi: breaking (loosening) dengan pemboran dan peledakan, pemuatan(loading), pengangkutan (hauling, tranporting)
  4. Penanganan dan operasi pendukung: penyanggaan, penerangan, ventilasi, penirisan, keselamatan kerja, dll).
Catatan:
·         Satu round adalah urut-urutan atau siklus eksploitasi tambang bawah tanah yang terdiri dari kegiatan pemboran dan pengisian bahan peledak, peledakan, smoke clearing, roof controlling, scalling, supporting, loading, hauling.
6.   TAMBANG BAWAH TANAH DI INDONESIA
  1. PT. Freeport Indonesia di Tembagapura, Papua, bijih tembaga dan emas, metode block caving
  2. PT. Tambang Batubara Bukit Asam di Ombilin, Sumatera Barat, metode Longwall Mining, dan room and pillar (tetapi sekarang sudah ditinggalkan)
  3. PT. Aneka Tambang di Gunung Pongkor Bogor, bijih emas epithermal, metode cut and fill dan shrinkage stoping
  4. PT. Aneka Tambang di Cikidang, bijih emas epithermal, metode underhand stull stoping
  5. PT. Kitadin, batubara, metode longwall.
  6. Tambang emas rakyat di Tasikmalaya, metode coyoting (lubang tikus)
Catatan:
Metode room and pillar pada batubara dahulu kala menjadi metode utama, tetapi saat ini sudah ditinggalkan, karena:
  1. berkembangnya teknologi penyanggaan
  2. nilai batubara yang semakin meningkat
  3. emakin berkurangnya endapan batubara
  4. meningkatnya kebutuhan batubara.

 

Untuk Mendapatkan Materi Tambang Bawah Tanah Silahkan Download disini download

 

Simber : http://waiiand-miner.blogspot.com

 
1 Comment

Posted by on December 8, 2012 in Tambang Bawah Tanah

 

Tags: , , ,

One response to “Syarat Penerapan Tambang Bawah Tanah

  1. Chaa Dewi

    April 18, 2013 at 3:43 pm

    trims infonya…sangat membantu

    http://www.michanarchy.blogspot.com

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: