RSS

Metode dan faktor Tambang Bawah Tanah Bag. II

25 Jun
Shringkage:
Aplikasi:
– ideal utk dip 50-90 (steeply) yg > dr sudut gelincir bo
– urat sempit – lebar
– bb dgn btk teratur utk menghindari dilusi dan losses
– ketebalan bijih >5m
– hanging dan foot ddg stabil, shg tdk terjadi crushing dan spaling bila bo diambil
– utk bro ore yg tdk menggumpal
– bjh hrs kuat, shg penyanggaan pd atap bias seminimal mungkin
– kadar sebaiknya seragam, krn tdk memungkinkan sorting
Keuntungan:
– biaya development rendah
– timber sangat sedikit
– biaya ventilasi murah
– sederhana dan mudah dikerjakan
– development cepat shg recovery bijih juga cepat
– blok berukuran besar dpt dibedakan dlm stope
– pekerja dpt bekerja di stope
Kerugian :
– selalu tjd runtuhan waste dr ddg shg tjd dilusi
– sukar utk menambang offshot
– bjh ditinggal dlm stope ckp lama, shg investasi tdk segera kembali
– syarat ketat dan hanya cocok utk bjh ttu
– konstruksi lantai kurang nyaman utk pergerakan para pekerja dan peralatan
– batubara pd wasterock tdk dpt ditambang
– stope perlu di filling agar tdk runtuh
– konstruksi kerja berbahaya khususnya pd saat penarikan bo

Shringkage thd sub level stoping:
– development lebih sedikit
– memperoleh kontak dgn ddg cebakan lebih baik shg memungkinkan memperoleh semua bjh dlm stope.
– dinding penggalian setiap saat disangga dgn bjh lepas shg dilusi sedikit
– bjh dpt dihancurkan lebih kecil dlm stope
– metode ini dpt diterapkan thd bat lebih lemah disbanding sub level stoping

Square Set Stoping
– dahulu banyak diaplikasi skr sudah digantikan dgn met caving dan cut n fill
– cebakan bjh nilai tinggi dimana ekstraksi yg sempurna lebih penting disbanding biaya penambangan 
– cebakan dgn ketebalan>3m
– pd cebakan yg tdk kompeten, stope need penyanggaan dgn timbering
– cebakan dgn kondisi structural yg berubah ubah yg mpy offshoots dan kantong2 dgn batas yg tdk teratur
– cebakan yg belum diketahui atau sangat sedikit diketahui ttg karakter batuannya
– cebakan bjh suphide yg dpt teroksidasi
– utk mengambil pilar yg terletak diantara 2 stope
Keuntungan:
– ekstraksi tinggi
– dpt diterapkan utk menambang pd sembarang kon batuan
– bias disangga scr menyeluruh
– ventilasi mudah
– aman dr kebakaran pd penambangan bijih sulphide
– fleksibel, arah kemajuan stope dpt diatur mengikuti arah penyebaran bijih
– bias diaplikasikan pd semua kon batuan
Kerugian:
– biaya pekerja dan material tinggi
– mekanisme scr penuh tdk memungkinkan
– bhy kebakaran dr timber
– ekstraksi lambat
– pembusukan kayu bisa menyulitkan ventilasi
– seringkali butuh material filling

Stull stoping
Aplikasi:
– batubara dgn Ketebalan < 5-7 m
– batubara dgn Dip 50-90 yg memungkinkan pemanfaatan gravitasi
– Bjh<45 need slusher utk mengambil bro ore
– Bjh kdr tinggi need recovery tinggi dibanding biaya penambangan
– Sbg alternatif met cut and fill bila material filling tdk ada/bila tersedia timber murah
– Batuan ddg kompeten, shg rongga bekas penambangan tdk perlu difilling
Keuntungan :
– bjh dpt disortir dlm stope dan waste ditinggalkan dlm stope
– dpt digunakan utk menambang bjh dgn bts tdk jelas
– reletif give kondisi kerja aman
– dpt diubah mjd met lain mis: cut and fill
Kerugian :
– memerlukan penyanggaan timber yg banyak
– dlm jangka lama kekuatan timber berkurang shg stope runtuh
– labour intensive dan susah memperoleh buruh terampil

Longwall:
Aplikasi :
– cebakan tipis 2m, dgn ketebalan merata dan lapisan penyebaran mendatar
– kondisi batuan kompeten (tambang emas di afsel) atau inkompeten (tambang batubara) krn daerah kerja akan disangga
– dip<30
Keuntungan :
– ekstraksi (recovery) tinggi
– produksi cepat, modal balik cepat
– development sederhana hanya system haulage unit
Kerugian :
– headroom rendah, kadang memerlukan unit-unit yg digerakan scr manual
– produksi rendah
– bhy ambrukan atap
– penyanggaan sistematis
– hanya bias diterapkan utk lapisan bjh tipis (2m)

Undercut and fill:
Aplikasi :
– sbg metode utk menambang rib pilar
– sbg metode utk menambang Crown pilar
– Utk operasi dimana kondisi batuan jelek
– Utk setiap kondisi dimana batuan diatas penggalian tdk dijamin karakteristiknya dgn pasti
Keuntungan:
– sangat sedikit keuntungannya, merupakan pilihan terakhir utk memperoleh bjh dgn nilai ekonomi tinggi
Kerugian :
– biaya mahal 
– effisiensi rendah
– material sangat banyak.

Top slicing:
Aplikasi :
– Bjh mempunyaiy capping lemah yg segera runtuh apabila penyangga dibawahnya dihancurkan
– Dinding lemah/kuat. Hw yg lemah sangat cocok utk top slicing krn hw yg kuat akan gagal membtk runtuhan yg sempurna
– tersedia pasokan timber yg ckp n murah
– diijinkan tjd amblesan dan runtuhan di permukaan tanah
– mengambil pilar diantara stope pd badly broken ground shg tdk mungkin dgn overhand
Keuntungan :
– metode aman utk heavy ground
– ekonomis khususnya apabila timber tersedia dgn harga murah
– ekstraksi tinggi dan tdk terjadi dilusi dr capping dan walls (scr teoritis)
– aman khusus apabila pengawasan dilakukan memadai
– apabila kondisi pasar tdk memungkinkan penambangan dilanjutkan mk stope atau slice dpt diledakan shg batubara tetap dlm kondisi baik
– setelah development selesai mk penambangan dpt dilaksanakan dgn biaya development headingnya pd top slicing sekitar 20 % dr biaya penambangan.
Kerugian :
– biaya tinggi jk timber dan lagging mahal
– lebih mahal drpd met lain yg dpt diterapkan utk kondisi yg sama
– tdk cocok utk kon perm yg tdk diperkenankan tjd amblesan
– ventilasi sulit
– akumulasi timber menyebabkan fire
– utk mendptkan output besar mk memerlukan working place
– periode dev sebelum diperoleh prod relatif lama.
– proses timbering dan peruntuhannya lama shg menguragi waktu utk breaking dan mucking
– development relatif lama
– pengangkutan timber, lagging need biaya mahal
– proses runtuhnya capping dan timber mat diatas slice tdk lancar dan mbtk rongga shg dpt menyebabkan runtuhan dgn massa yg besar
– tdk mungkin dilakukan sorting thd waste pd stope atau tidak memungkinkan meninggalkan barren rock di stope.

Metode Caving
Sublevel caving:
Aplikasi :
– Ideal utk bb yg besar dan kompeten
– Batubara sempit dgn dip 50-90 dan mpy dimensi vertical yg besar
– pemahaman thd sublevel caving lebih baik, memungkinkan mengganti met cut and fill
– cocok utk Batubara sgl kedalaman dimana tdk tegantung pd ddg bat kompeten
– tjd runtuhan yg menerus pd hangingwal selama proses pengambilan bijih
– utk kondisi yg memungkinkan tjd dilusi dgn waste dan losses
– cocok utk min dimana min berharga dan waste rock bias scr mudah dipisahkan
Keuntungan :
– mekanisasi mudah
– tdk ada pilar yg ditinggalkan
– operasi dgn prod yg besar
– memungkinkan seleksi pd bjh dgn berbagai kadar
– development dilakukan pd bijih itu sendiri 
– ekonomis dan aman utk bat inkompeten
– development opening tdk hrs dipertahankan terus menerus
– kecenderungan caving pd dinding akan membantu pengecilan bro ore
Kerugian :
– dilusi tinggi, semakin tinggi dilusi yg diperkenankan mk semakin tinggi recovery.
– penambangan tdk terkonsentrasi dan pengawasan sulit

Block caving:
Aplikasi :
– utk urat yg lebar dan lap tebal, ceb massive yg homogen yg terletak dibwh overburden bersifat segera runtuh
– batuan penutup mempunyai sifat runtuh
– bjh bersifat kuat saat berlangsung dev dan segera runtuh bila undercut diledakan
– daerah bjh relatif kering utk menghindari terbentuknya Lumpur yg akan mempersulit kontrol penarikan bijih
– diperlukan kadar yg terdistribusi cukup seragam, mengingat block caving bersifat tdk selektif
– cebakan porphyry copper yg mpy bijih dan capping yg lemah.
Keuntungan :
– biaya penambangan rendah
– output tinggi 10000-100000 ton/hari
– bersifat mekanisasi shg buruh sdkt
– timber sdkt shg mengurangi bhy fire
– produksi terkonsentrasi shg pengawasan mudah
– memungkinkan ventilasi natural dgn baik
– kecelakaan tambang rendah
Kerugian :
– modal relatif besar dan periode waktu sebelum ta berprod cukup lama
– tjd dilution bjh dgn waste
– bjh kdr rendah pd capping dan pd bts bb akan hilang
– tdk fleksibel, tdk dpt diubah ke met lain

Pemilihan Metode Scr Numerik
Parameter yg digunakan:
1. geometri dan distribusi kadar cebakan
2. kekuatan massa batuan utk daerah bijih, hangingwall dan footwall
3. biaya penambangan dan modal yg dibutuhkan
4. laju penambangan
5. tipe kemampuan buruh/ tenaga kerja
6. masalah lingkungan
7. pertimbangan2 khusus lainnya

Data Yang diperlukan
1. geologi
Interpretasi geologi mrpkn bag penting dlm evaluasi min. Dr interpretasi tsb dpt dibuat peta2 penampang dan potongan geologi yg dpt menunjukan tipe bat utama, zona alterasi, urat, sumbu lipatan dll.
2. Geometri Cebakan dan Distribusi Kadar
Dr interpretasi geologi dpt ditetapkan geometri dan distribusi kadar. Geometri ceb dinyatakan dlm:
– Bentuk : dimensi teratur, lembaran-tabung, tak beraturan.
– Ketebalan bijih : tipis, sedang, tebal, sangat tebal
– Penunjaman : datar, sedang, curam
– Kedalaman bijih
– Distribusi kadar : seragam, bertahap, tak menentu
3.Karakteristik Mek-Bat
Meliputi :
– Kekuatan batuan intack : mrpkn nisbah kuat tekan uniaxial thd tek tanah penutup.
– Spasi rekahan : ditentukan berdasarkan banyaknya pecahan per meter atau RQD (rock Quality Designation). RQD adl jml pjg semua potongan inti yg > atau sama dgn 2 kali diameter inti, dibagi dengan total pjg pemboran.
– Kuat geser pecahan (lemah, sedang, kuat)

 

 
Leave a comment

Posted by on June 25, 2012 in Tambang Bawah Tanah

 

Tags: , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: