RSS

Laporan Pemisahan dan Pemurnian

25 Feb

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1           Latar Belakang

Berdasarkan ilmu kimia dan teknik Kimia, proses pemisahan digunakan untuk mendapatkan dua atau lebih produk yang lebih murni dari suatu campuran senyawa kimia.

Sebagian besar senyawa Kimia ditemukan di alam dalam keadaan yang tidak murni. Biasanya, suatu senyawa kimia berada dalam keadaan tercampur dengan senyawa lain. Untuk beberapa keperluan seperti sintesis senyawa kimia yang memerlukan bahan baku senyawa kimia dalam keadaan murni atau proses produksi suatu senyawa kimia dengan kemurnian tinggi, proses pemisahan perlu dilakukan. Proses pemisahan sangat penting dalam bidang teknik kimia. Suatu contoh pentingnya proses pemisahan adalah pada proses pengolahan minyak bumi. Minyak bumi merupakan campuran berbagai jenis hidrokarbon.

Secara mendasar, proses pemisahan dapat diterangkan sebagai proses pemindahan massa. Proses pemisahan sendiri dapat diklasifikasikan menjadi proses pemisahan secara mekanis dan kimiawi. Pemisahan secara mekanis dilakukan kapanpun memungkinkan karena biaya operasinya lebih murah dari kimiawi.

Jadi dengan mempelajari metode pemisahan dan pemurnian zat kita dapat memperoleh zat yang kita inginkan dari suatu campuran. Dengan melakukan percobaan berikut ini sedikit tahu untuk memperoleh zat yang kita inginkan dapat kita lakukan langkah – langkah sesuai prosedur.

 

1.2           Tujuan

 

1.2.1        Untuk memisahkan dua zat atau lebih yang saling bercampur.

1.2.2        Untuk mengetahui zat murni yang dihasilkan lewat proses dekantasi.

1.2.3        Untuk mempelajari perubahan apa saja yang terjadi pada dua zat atau lebih yang telah dipisahkan.

 

 

BAB 2

TINJAUAN PUSTAKA

            Pada umumnya campuran digolongkan sebagai materi heterogen, artinya tidak seluruh bagian materi ini mempunyai sifat yang sama. Akan tetapi, ada suatu campuran yang partikel – partikelnya tidak dapat dibedakan dengan mata biasa. Campuran tersebut dinamakan larutan. Oleh karenanya, larutan dianggap sebagai materi homogeny walaupun keadaan yang sesungguhnya tidak homogeny benar.

Oleh karena proses pembentukan campuran merupakan proses fisis, maka partikel – partikel pembentuk campuran mudah dipisahkan kembali secara fisis. Pemisahan tersebut berdasarkan perbedaan sifat fisis dari partikel – partikel pembentuk campuran yang dapat dilakukan dengan berbagai cara. (Kitty, 1996)

Suatu zat yang tampil sebagai zat padat, tetapi tidak mempunyai struktur Kristal yang berkembang biak disebut amorf (tanpa bentuk). Ter dan kaca merupakan zat padat semacam itu. Tak seperti zat pada Kristal, zat amorf tidak mempunyai titik – titik leleh tertentu yang tepat. Sebaliknya zat amorf melunak secara bertahap bila dipanasi dan meleleh dalam suatu jangka temperature.

Kristal adalah benda padat yang mempunyai permukaan – permukaan datar. Karena banyak zat padat seperti garam, kuarsa dan salju ada dalam bentuk – bentuk yang jelas simetris, telah lama para ilmuwan menduga bahwa atom, ion ataupun molekul zat padat ini juga tersusun secara simetris.

Zat pada umumnya mempunyai titik lebur yang tajam (rentangan suhunya kecil), sedangkan zat padat amorf sulit dipelajari karena tidak teratur. Oleh sebab itu, pembahasan zat padat hanya membicarakan Kristal. Suatu zat mempunyai bentuk Kristal tetentu. Dua zat yang mempunyai struktur Kristal yang sama disebut isomorfik (sama bentuk).

Zat isomorfik tidak selalu dapat menkristal bersama secara homogeny. Artinya satu partikel tidak dapat menggantikan kedudukan partikel lain. Suatu zat yang mempunyai dua Kristal atau lebih disebut polimorfik (banyak bentuk).

Pada umumnya di alam terdapat banyak campuran, maka kita perlu mempelajari cara – cara pemisahannya untuk mendapatkan zat yang dihasilkan tertentu yang murni. Suatu campuran dapat dipisahkan dengan cara filtrasi, destilasi, kristalisasi, ekstraksi, absorpsi, dan kromatografi.

Dekantasi yaitu pemisahan dua cairan yang tidak saling melarutkan berdasarkan perbedaan berat jenis. Mendekantasi adalah proses memisahkan endapan dengan cara menuangkan larutannya saja, sehingga endapan tidak ikut dalam larutan. Sentrat adalah hasil dari mendekantasi.

Filtrasi yakni proses penyingkiran padatan dari cairan, adalah metode pemurnian campuran dan larutan yang paling mendasar. Filtrasi tidak hanya digunakan dalam skala kecil di laboratorium tetapi juga di skala besar di unit pemurnian air. Kertas saring dan saringan digunakan untuk menyingkirkan padatan dari cairan atau larutan. Dengan mengatur ukuran mesh, ukuran partikel yang disingkirkan dapat dipilih.

Kemudahan suatu endapan dapat disaring dan dicuci tergantung sebagian besar pada struktur morfologi endapan, yaitu bentuk dan ukuran – ukuran kristalnya.

Semakin besar Kristal – Kristal yang terbentuk selama berlangsungnya pengendapan, makin mudah mereka dapat disaring dan mungkin sekali (meski tak harus) makincepat Kristal – Kristal itu akan turun keluar dari larutan yang lagi – lagi akan membantu penyaringan.

Bentuk Kristal juga penting. Struktur yang sederhana seperti kubus, octahedron, atau jarum – jarum sangat menguntungkan karena mudah dicuci setelah disaring. Kristal dengan struktur yang lebih kompleks yang mengandung lekuk – lekuk dan lubang – lubang, akan menahan cairan induk (mother liquid), bahkan setelah dicuci dengan seksama. Dengan endapan yang terdiri dari Kristal – Kristal demikian, pemisahan kuantitatif lebih kecil kemungkinannya bisa tercapai.

Ukuran Kristal yang terbentuk selama pengendapan, tergantung pada dua faktor penting yaitu laju pembentukan inti (nukleasi) dan laju pertumbuhan Kristal. Jika laju pertumbuhan inti tinggi, banyak sekali Kristal akan terbentuk, tetapi tak satupun dari ini akan tumbuh menjadi terlalu besar, jadi terbentuk endapan yang terdiri dari partikel – partikel kecil. Laju pertumbuhan inti tergantung pada derajat lewat jenuh dari larutan. Makin tinggi derajat lewat jenuh, makin besarlah kemungkinan untuk membentuk inti baru, jadi makin besarlah laju pembentukan inti. Laju pertumbuhan Kristal meruapakan faktor lain yang mempengaruhi ukuran Kristal yang terbentuk selama pengendapan berlangsung. Jika laju ini tinggi, Kristal – Kristal yang besar akan terbentuk yang dipengaruhi oleh derajat lewat jenuh.

Filtrasi yaitu pemisahan komponen – komponen dalam campuran dengan menggunakan filter (penyaring). Hasil filtrasi disebut filtrate sedangkan sisa filtrasi disebut residua tau ampas. Filtrasi dapat dilakukan untuk memisahkan campuran zat cair dan zat padat yang tidak saling larut. Filtrasi atau penyaringan merupakan metode pemisahan untuk memisahkan zat padat dari cairaannya dengan menggunakan alat berpori (penyaring). Dasar pemisahan metode ini adalah perbedaan ukuran partikel antara pelarut dan zat terlarutnya. Penyaring akan menahan zat padat yang mempunyai ukuran partikel lebih besar dari porisaringan dan meneruskan pelarut. Penyaringan di laboratorium dapat menggunakan kertas saring dan penyaring Buchner. Penyaring Buchner adalah penyaring yang terbuat dari bahan kaca yang kuat dilengkapi dengan alat pengisap.

Zat padat sebagai hasil dari reaksi biasanya bercampur dengan zat padat lain. Oleh sebab itu, untuk mendapatkan zat – zat padat yang kita inginkan, perlu dimurnikan terlebih dahulu. Prinsip proses ini adalah perbedaan kelarutan zat pengotornya. Rekristalisasi dapat dilakukan dengan cara melarutkan cuplikan ke dalam pelarut yang sesuai.

Rekristalisasi yaitu :

  1. Suatu proses dimana butir logam yang terdeformasi yang intinya tumbuh sampai butiran asli termasuk di dalamnya.
  2. Perubahan struktur Kristal akibat pemanasan pada suhu kritis.
  3. Terbentuknya struktur butiran baru melalui tumbunya inti dengan pemanasan, besarnya suhu rekristalisasi adalah setengah sampai dengan sepertiga dari suhu logam.

Rekristalisasi merupakan salah satu cara pemurnian zat padat yang jamak digunakan, dimana zat – zat tersebut atau zat – zat padat tersebut dilarutkan dalam suatu pelarut kemudian dikristalkan kembali. Cara ini bergantung pada kelarutan zat dalam pelarut tertentu dikala suhu diperbesar. Karena konsentrasi total impuritif biasanya lebih kecil dari konsentrasi zat yang dimurnikan, bila dingin maka konsentrasi impuritif yang rendah tetapi dalam larutan sementara produk yang berkonsentrasi tinggi akan mengendap.

Garam dapur atau natrium klorida atau NaCl, zat padat berwarna putih yang dapat diperoleh dengan menguapkan dan memurnikan air laut. Juga dapat dengan netralisasi HCl dengan NaOH berair. NaCl nyaris tak dapat larut dalam alcohol, tetapi larut dalam air sambil menyedot panas, perubahan kelarutannya sangat kecil dengan suhu.

Garam normal; suatu garam yang tak mengandung hydrogen atau gugus hidroksida yang dapat digusur. Larutan – larutan berair dari garam normal tidak selalu netral terhadap indicator semisal lakmus. Garam rangkap; garam yang terbentuk lewat kristalisasi dari larutan campuran sejumlah ekivalen dua atau lebih garam tertentu. Misalnya : FeSO4(NH4)SO4.6H2O dan K2SO4Al2(SO4)3.24H2O. Dalam larutan, garam ini merupakan campuran rupa – rupa ion sederhana yang akan mengion. Jika dilarutkan lagi. Jadi, jelas berbeda dengan garam kompleks yang menghasilkan ion – ion kompleks dalam larutan.

Sublimasi digunakan untuk pemurnian – pemurnian senyawa organic yang berbentuk padatan. Pemanasan yang dilakukan terhadap senyawa organic akan menyebabkan terjadinya perubahan sebagai berikut :

Apabila zat tersebut pada suhu kamar berada dalam keadaan padat, pada tekanan tertentu zat tersebut akan meleleh kemudian mendidih. Disini terjadi perubahan fase dari padat ke cair lalu ke fase gas. Apabila zat tersebut pada suhu kamar berada dalam keadaan cair, pada tekanan tertentu dan temperature tersebut pula (pada titik didihnya) akan berubah menjadi fase gas. Apabila zat tersebut pada suhu kamar berada dalam keadaan padat pada tekanan dan temperatur tertentu akan langsung berubah menjadi fase gas tanpa melalui fase cair terlebih dahulu.

Sublimasi yaitu pemisahan komponen – komponen dalam campuran yang mudah menyublim dengan cara penyubliman melalui pemanasan. Sublimasi dapat dilakukan untuk memisahkan komponen campuran yang mudah menyublim.

Ekstraksi merupakan proses pemisahan suatu bahan dari campurannya, ekstraksi dapat dilakukan dengan berbagai cara. Ekstraksi menggunakan pelarut didasarkan pada kelarutan komponen lain dalam campuran.

Cara pemisahan dengan metode ekstraksi banyak dilakukan pada beberapa kegiatan percobaan kimia, karena termasuk mudah dilakukan dengan cara – cara tertentu.

Ekstraksi meliputi distribusi zat terlarut di antara dua pelarut yang tidak dapat campur. Pelarut umum dipakai adalah air dan pelarut organik lain seperti CHCl3 eter atau pentane. Garam anorganik, asam – asam dan basa – basa yang dapat larut dalam air bisa dipisahkan dengan baik melalui ekstraksi ke dalam air dari pelarut yang kurang padat. Ekstraksi lebih efisien bila dilakukan berulang kali dengan jumlah pelarut yang lebih kecil daripada jumlahpelarutnya banyak, tetapi ekstraksinya hanya sekali.

Tiga metode dasar pada ekstraksi cair – cair adalah ekstraksi betahap, ekstraksi kontinyu dan ekstraksi counter current. Ekstraksi bertahap merupakan cara yang paling sederhana. Caranya cukup dengan menambahkan pelarut pengekstraksi yang tidak dapat bercampur dengan pelarut semula kemudian dilakukan pengocokan sehingga terjadi kesetimbangan konsentrasi yang akan diekstraksi pada kedua lapisan, setelah ini tercapai lapisan didiamkan dan dipisahkan.

Faktor – faktor yang mempengaruhi laju ekstraksi adalah :

  1. Tipe persiapan sampel
  2. Waktu ekstraksi
  3. Kuantitas pelarut
  4. Suhu pelarut
  5. Tipe pelarut

Pemisahan suatu zat dari campurannya dengan pembagian sebuah zat terlarut antara dua pelarut yang tidak dapat tercampur untuk mengambil zat terlarut tersebut dari satu pelarut ke pelarut yang lain. Seringkali campuran bahan padat dan cair tidak dapat atau sukar sekali dipisahkan dengan metode pemisahan mekanis atau termis. Misalnya saja, karena komponennya saling bercampur secara sangat erat, peka terhadap panas, beda sifat – sifat fisiknya terlalu kecil, atau tersedia dalam konsentrasi yang terlalu rendah. Beberapa macam prinsip ekstraksi yaitu ekstraksi sederhana, penyaringan, penyaringan selaput, dan ekstraksi berkesinambungan.

Ekstraksi bermanfaat untuk memisahkan campuran senyawa dengan berbagai sifat kimia yang berbeda.

 

 

BAB 3

METODOLOGI PERCOBAAN

 

3.1           Alat dan Bahan

3.1.1        Alat – alat yang digunakan

-          Sendok

-          Spatula tanduk

-          Gelas kimia

-          Corong gelas

-          Tabung reaksi

-          Corong pisah

-          Cawan penguap

-          Batang pengaduk

-          Kertas saring

-          Kertas penyumbat

-          Penangas air

 

3.1.2        Bahan – bahan yang diperlukan

-          Garam dapur

-          Pasir

-          Kapur tulis

-          Naftalena (kapur barus)

-          Minyak goring

-          CuSO4.5H2O

-          Air

 

3.2           Prosedur Percobaan

3.2.1  Dekantasi

-          Sebanyak 1 sendok pasir dimasukkan dalam gelas kimia yang berisi air lalu di aduk hingga merata.

-          Kemudian campuran pasir dan air didiamkan sampai mengendap

-          Setelah pasir mengendap di dasar gelas kimia, kemudian airnya dibuang dan kta ambil endapan pasirnya.

3.2.2  Filtrasi

-          Bubuk kapur tulis dimasukkan dalam gelas kimia yang telah berisi air dan diaduk sampai merata.

-          Kemudian larutan kapur tulis tersebut dituang kedalam gelas kimia lain menggunakan corong gelas yang sudah dilapisi kertas saring.

3.2.3  Rekristalisasi

-          Sebnyak 5 gram CuSO4.5H2O dicampur dengan 5 ml air dan diaduk hingga merata.

-          Lalu campuran larutan tersebut dipanaskan hingga volumenya menjadi setengahnya kemudian didinginkan.

3.2.4  Sublimasi

-          Sebanyak 2 gram naftalena dicampur dengan garam dapur, dan diaduk sampai rata.

-          Campuran dua zat tersebut lalu ditutup dengan menggunakan kertas saring yang telah diberi lubang – lubang dengan jarum

-          Kemudian ditutup lagi dengan corong gelas yang ujungnya sudah disumbat dengan kertas penyumbat.

-          Setelah ditutup lalu campuran kedua zat tersebut dipanaskan sampai terbentuk uap yang terlihat di corong gelas.

3.2.5  Ekstraksi Pelarut

-          Air dan minyak goring dicampur di dalam corong pisah.

-          Kemudian campuran tersebut dikocok hingga tak terlihat kedua fasenya.

-          Campuran kedua larutan tersebut lalu dibiarkan beberapa saat sampai terlihat kedua fasenya dengan jelas

-          Setelah itu, kran pada corong pisah dibuka dan air yang berada di bawah minyak dibiarkan keluar melewati kran hingga minyak dan air terpisah.

 

 

 

 

 

 

BAB 4

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1    Hasil Percobaan

No

Jenis Pemisahan

Perlakuan

Pengamatan

1

Dekantasi

Dimasukkan 1 sendok pasir dan 35 ml air kemudian diaduk lalu ditunggu mengendap dan dipisahkan antara air dan pasir Air berubah warna menjadi kecoklatan dan terbentuk juga endapan pasir

2

Filtrasi

Dimasukkan 2 sendok kapur dan 20 ml air kemudian diaduk dan ditunggu mengendap, lalu disaring antara air dan kapur menggunakan corong yang dialasi kertas saring. Filtrate berwarna bening dan endapan kapur tersangkut di kertas saring

3

Rekristalisasi

Dimasukkan 10 ml akuades ke dalam beker kecil lalu ditambahkan 5 gram CuSO4.5H2O dan diaduk sampai rata. Setelah larut, larutan kemudian dipanaskan hingga menguap. Dihasilkan Kristal berwarna biru muda yang sebelumnya berwarna biru tua

4

Sublimasi

Dimasukkan garam dan naftalena kedalam cawan lalu diaduk. Kertas saring di lubangi lalu ditutupkan ke cawan dan ditutup lagi oleh corong yang disumbat, kemudian dipanaskan. Dihasilkan Kristal naftalena dibawah kertas saring dan kristalnya mengkilap

5

Ekstraksi

Dimasukkan air dan minyak goring ke dalam corong pisah dan dikocok lalu didiamkan beberapa saat. Air berubah keruh karena partikel minyak ikut larut, sedangkan minyak juga tidak berwarna kuning terang seperti sebelumnya karena partikel air ada yang ikut larut dalam minyak. Air dan minyak terpisah menjadi dua fase.

 

4.2    Pembahasan

Pemisahan merupakan suatu cara yang digunakan untuk memisahkan atau memurnikan suatu senyawa atau sekelompok senyawa yang mempunyai susunan kimia yang berkaitan dari suatu bahan, baik dalam skala laboratorium maupun skala industri. Metode pemisahan bertujuan untuk mendapatkan zat murni atau beberapa zat murni dari suatu zat dalam suatu sampel (analisis laboratorium).

4.2.1    Komponen – komponen dalam campuran dapat dipisahkan dengan cara :

Dekantasi

Pemisahan komponen – komponen dalam campuran dengan cara dituang secara langsung. Dekantasi dapat dilakukan untuk memisahkan campuran zat cair dan zat padat atau zat cair dengan zat cair yang tidak saling campur (suspense). Berdasarkan percobaan, warna air menjadi berubah kecoklatan disebabkan oleh materi – materi lain yang ada pada pasir ikut larut dan merubah warna air yang awalnya jernih menjadi kecoklatan. Lalu terbentuk endapan pasir yang sempurna.

 

Filtrasi

Cara pemisahan zat padat dari cairan melalui saringan (filter) yang berpri – pori, di laboratorium kita dapat bereksperimen untuk memisahkan kapur dan air dengan corong yang dilapisi kertas saring.Kapur akan tinggal di kertas saring dan air turun ke bawah menembus kertas saring, cairan hasil saringan tersebut disebut filtrate. Cara filtrasi juga digunakan untuk memisahkan zat – zat yang kelarutannya berbeda.

 

Rekristalisasi

Proses dimana  zat terlarut dimurnikan dengan pengkristalan berturut – turut dari dalam suatu pelarut. Tahap – tahap dalam rekristalisasi adalah pelarutan, penyaringan, pemanasan, dan pendinginan. Syarat pelarut yang baik untuk rekristalisasi yaitu memiliki daya pelarut yang tinggi pada suhu tinggi dan daya pelarut yang rendah pada suhu rendah, menghasilkan Kristal yang baik dari senyawa yang dimurnikan, dapat melarutkan senyawa lain, mempunyai titik didih relative rendah (mudah terpisah dengan Kristal murni), dan pelarut tidak bereaksi dengan senyawa yang dimurnikan.

  • Rekristalisasi Tembaga Sulfat

Cu(SO4)(s) + H2O(l) → Cu(SO4)(aq)

 

Cu(SO4)(aq) → Cu(SO4)(s)                      <putih>

 

Cu(SO4)(aq) → CuSO4.5H2O(s)                  <biru>

 

 

Sublimasi

 

Salah satu perubahan wujud yang dapat digunakan untuk pemisahan campuran adalah menyublim atau sublimasi. Sublimasi adalah perubahan wujud zat dari padat ke gas atau dari gas ke padat. Bila partikel penyusun suatu zat padat diberikan kenaikan suhu, maka partikel tersebut akan menyublim menjadi gas, sebaliknya bila suhu gas tersebut diturunkan, maka gas akan segera berubah wujudnya menjadi padat. Penggunaan teknik ini terbatas, karena hanya sedikit zat yang dapat mengalami sublimasi, diantaranya adalah kapur barus, ammonium klorida, dan iodium.

 

 

Ekstraksi

Pemisahan suatu zat dari campurannya dengan pembagian sebuah zat terlarut antara dua pelarut yang tidak dapat tercmpur untuk mengambil zat terlarut tersebut dari satu pelarut ke pelarut yang lain. Seringkali campuran bahan padat dan cair tidak dapat atau sukar sekali dipisahkan dengan metode pemisahan mekanis atau termis. Misalnya saja, karena komponennya saling bercampur secara sangat erat, peka terhadap panas, beda sifat – sifat fisiknya terlalu kecil, atau tersedia dalam konsentrasi yang terlalu rendah. Beberapa macam prinsip ekstraksi yaitu ekstraksi sederhana, penyaringan, penyaringan selapu, dan ekstraksi berkesinambungan. Ekstraksi bermanfaat untuk memisahkan campuran senyawa dengan berbagai sifat kimia yang berbeda.

 

4.2.2    Struktur kimia dari minyak goreng

Penggolongan minyak :

Golongan jenuh

-          Tidak memiliki ikatan rangkap

Misal asam stearat (C17H35COOH)

Golongan Monoolefinik

-          Memiliki satu ikatan rangkap

Misal asam oleat (C17H33COOH)

Golongan Poliotefinik

-          Memiliki dua ikatan rangkap

Misal asam linoleat (C17H29COOH)

Gugus fungsi minyak goring / minyak kelapa sawit

Heksadekanoat (C16H32O2)

Gambar struktur :

 

 

H2C – O – C – (CH2)7 – CH = CH – (CH2)7 – CH3

H2C – O – C – (CH2)7 – CH = CH – (CH2)7 – CH3

H2C – O – C – (CH2)7 – CH = CH – (CH2)7 – CH3

4.2.3    Struktur kimia dari naftalena

Naftalena adalah salah satu komponen yang termasuk benzene aromatic hidrokarbon, tetapi tidak termasuk polisiklik. Naftalena memiliki kemiripan sifat yang memungkinkannya menjadi aditif bensin untuk meningkatkan angka oktan.Rumus kimianya adalah C10H8

Gambar struktur naftalena :

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB 5

PENUTUP

5.1           Kesimpulan

5.1.1    Setelah melakukan percobaan, kita dapat memisahkan dua zat atau lebih yang bercampur dengan metode dekantasi, filtrasi, rekristalisasi, sublimasi dan ekstraksi.

5.1.2    Berdasarkan percobaan yang dilakukan, zat murni yang dihasilkan lewat dekantasi adalah endapan pasir yang telah bebas dari kotoran.

5.1.3    Pada saat ekstraksi minyak goring dengan air, warna minyak goring tidak lagi kuning cerah karena beberapa partikel air ikut larut dalam minyak, begitu pula yang terjadi pada air. Warna air menjadi keruh karena ada partikel minyak yang ikut larut dalam air.

 

5.2           Saran

Percobaan yang dilakukan tidak hanya terbatas untuk mengamati dekantasi, filtrasi, rekristalisasi, sublimasi, dan ekstraksi namun juga cara – cara pemisahan dan pemurnian lainnya seperti adsorpsi, destilasi, kromatografi, dan penukaran ion agar lebih banyak perbandingan sehingga lebih terlihat perbedaan dan macam campuran juga pemahaman praktikan dapat lebih jauh.

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Arsyad,2001. Prinsip-prinsip Kimia Modern, Erlangga. Jakarta

Kitty,1996. Kimia Fisika Jilid 2 Edisi Keempat, Erlangga. Jakarta

Suyitno,1989. Kimia Fisika Untuk Universitas, PT Gramedia Pustaka Utama.Jakarta

Svehla,G,1979. Vogel Buku Teks Analisis Anorganik Kualitatif Makro dan Semi Mikro Jilid 1 Edisi Kelima, PT Kalman Media Pustaka. Jakarta

www.blogpribadi.com

www.chem.is.try.org

www.dennifa.wordpress.com

www.kimia.upi.edu.com

www.nurma.staff.uns.ac.id

www.scribd.com

www.wikipedia.org

 

About these ads
 
Leave a comment

Posted by on February 25, 2012 in Kimia

 

Tags: , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,275 other followers

%d bloggers like this: